Sabtu, 14 September 2013

RenHar 14 September 2013.



RenHar Sabtu Legi 14/9.
Fil 2:6-11/ Bil 21:4-9.
Yoh 3:13-17.
Di Pesta Salib Suci hari ini, kita diingatkan bahwa kita diselamatkan berkat Salib Tuhan Yesus. 
Maka hendaknya setiap membuat tanda salib dengan penuh hormat dan khidmat, melakukan tiga hal dan menyebut “Dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus.”  
Sambil menepuk dahi/otak, dada/hati dan kedua bahu/kekuatan, supaya kita memiliki cara berpikir dengan hati atau  melampaui kesadaran pikiran, bersikap dan bertindak rendah hati penuh belas kasih seperti Tuhan Yesus Yang Tersalib.
Kita saling meneguhkan.

Jumat, 13 September 2013

RenHar 13 September 2013.



RenHar Jumat Kliwon 13/9.
1Tim 1:1-2.12-14.
Luk 6:39-42.
Di PW St. Yohanes Krisostomus hari ini, Yesus sang Guru Sejati mengajarkan agar kita mau mencungkil balok yang ada di mata kita. 
Artinya, mau melihat kelemahan diri dan memperbaikinya. 
Introspkesi diri adalah modal untuk bisa menjalin relasi yang baik dengan siapa saja. 
Sementara orang yang sibuk memerhatikan kelemahan orang lain dan merasa diri paling benar, cepat atau lambat akan menjadi terasing. 
Meski demikian, pribadi semacam itulah yang harus semakin kita kasihi dan doakan.

Kamis, 12 September 2013

RenHar 12 September 2013.



RenHar Kamis Wage 12/9.
Kol 3:12-17.
Luk 6:27-38.
Hari ini kita diingatkan bahwa Allah itu kasih, kasih itu berkurban dan menyakitkan.
Kasih sejati adalah tindakan yang membawa kebaikan kepada orang yang dikasihi. 
Kasih tidak datang mendadak, melainkan hasil dari latihan yang panjang, menuntut ketekunan dan ketabahan, diuji oleh berbagai pengalaman penderitaan.
Meskipun merupakan hasil dari latihan yang panjang, kasih bukanlah hasil dari penguatan diri, melainkan buah dari pelepasan diri.

Rabu, 11 September 2013

RenHar 11 September 2013.



RenHar Rabu Pon 11/9.
Kol 3:1-11.
Luk 6:20-26.
“Sabda Bahagia” Yesus hari ini mengutus kita dengan rendah hati mau mengakui sering tenggelam dalam kesibukan duniawi sehingga lupa atau setidaknya mengabaikan “perkara yang di atas”. 
Sabda hari ini mengingatkan kita agar dalam menjalankan aktifitas duniawi sekaligus aktifitas surgawi, yakni dengan semangat miskin atau rendah hati di hadapan Tuhan dan sesama, mengandalkan kekuatan Allah supaya tidak melekat pada tawaran dunia yang hanya sementara.

Selasa, 10 September 2013

RenHar 10 September 2013.



RenHar Selasa Pahing 10/9.
Kol 2:6-15.
Luk 6:12-19.
“Sekali peristiwa Yesus mendaki sebuah bukit untuk berdoa. Semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.” 
Mengasah hati, itulah yang dilakukan Yesus sebelum Ia memanggil dua belas orang yang disebut-Nya Rasul.
Hari ini Mgr. I. Suharyo mengajak kita merenungkan berbagai peristiwa dan pengalaman yang membuat kita bersyukur, dan mohon kemampuan batin agar bisa merasakan kasih setia Allah yang nyata dalam peristiwa hidup kita sehari-hari.

Senin, 09 September 2013

RenHar 9 September 2013.



RenHar Senin Legi 9/9.
Kol 1:24-2:3.
Luk 6:6-11.
Injil hari ini mengutus kita senantiasa belajar dari Tuhan Yesus yang selalu mengangkat welas asih tresna lebih tinggi daripada aturan dan hukum Sabat.
Bagi Yesus hukum dan peraturan yang sejati adalah hukum yang memiliki roh berupa moral, memberi kesempatan pada setiap pribadi untuk selalu berbuat baik, jangan sampai justru hukum dan peraturan menjadi halangan perbuatan welas asih tresna kepada siapa dan apa saja.

Minggu, 08 September 2013

RenHar 8 September 2013.



RenHar Minggu Kliwon 8/9.
Keb 9:13-18.
Flm 9b-10,12-17.
Luk 14:25-33.
Bacaan dan Injil hari ini mengutus kita perlunya membangun persaudaraan sejati dengan siapapun juga dan apapun predikat mereka.
Persaudaraan sejati hanya bisa terwujud apabila kita berani melepaskan diri dari embel-embel yang seolah-olah menjadi milik kita, sebagaimana Sabda Yesus hari ini, yang dalam bahasa Jawa disebut semat dan drajat (harga diri, jabatan, kekayaan dll asesoris buatan manusia).