Sabtu, 07 September 2013

RenHar 7 September 2013.



RenHar Sabtu Wage 7/9.
Kol 1:21-23.
Luk 6:1-5.
Hukum bukan sebuah produk pikiran belaka, tetapi harus memiliki roh berupa moral. 
Ketika hukum diterapkan hanya berdasarkan yang tertulis tanpa moral, maka yang terjadi rekayasa hukum yang sangat tidak berkeadilan.
Kita diutus hidup seturut hukum kasih-Nya, yang adalah sumber dari segala hukum, agar Sang Kasih yang hadir dalam diri kita bisa kita rasakan dan hadirkan di tengah masyarakat kita, agar semua orang bisa menikmati kasih-Nya.

Jumat, 06 September 2013

RenHar 6 September 2013.



RenHar Jumat Pon 6/9.
Kol 1:15-20.
Luk 5:33-39.
Injil hari ini mengisahkan orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang irihati terhadap Yesus karena Dia mulai memiliki banyak pengikut berkat mukjijat dan ajaran-Nya.
Benar kata St. Yohanes Maria Viani, bahwa “karena irihati kita membunuh sesama.” (tidak harus menghilangkan nyawa).
Penyebab irihati karena kurang bisa mensyukuri atas semua yang telah diterima dan dimilikinya. Kalau dirunut, ujungnya adalah cinta diri. 
Kesadaran melampaui kesadaran pikiran membimbing orang mau melepas konsep si aku sebagai pusat segalanya.   

Kamis, 05 September 2013

RenHar 5 September 2013.



RenHar Kamis Pahing 5/9.
Kol 1:9-14.
Luk 5:1-11.
Makna Injil hari ini tentang suatu tindakan yang dalam bukan dinilai dari hasil, tetapi pada tindakan itu sendiri. 
Bertindak dengan melekat pada hasil yang diinginkan membuat bertindak secara dangkal. 
Akibatnya, akan diombang-ambingkan hasrat kesenangan dan benci yang menyakitkan, yakni hasrat untung dan benci rugi, hasrat kemasyuran dan benci kehinaan, hasrat pujian dan benci celaan, dan seterusnya.
Untuk bertindak secara dalam, perlu belajar mengatasi kecenderungan ingin aspek pertama dan benci aspek kedua.

Rabu, 04 September 2013

RenHar 4 September 2013.



RenHar Rabu Legi 4/9.
Kol 1:1-8.
Luk 4:38-44.
Injil hari ini mengisahkan perbuatan kasih Yesus menyembuhkan orang-orang sakit di berbagai kota yang dikunjungi. 
Sebagai pengikut-Nya kitapun diutus mau dengan tekun doa hening mohon kemampuan melepas/melebur keserakahan, kebencian dan aku, supaya mamou mengutamakan perbuatan welas asih tresna kepada setiap orang tanpa pamrih dan pandang bulu, terutama kepada mereka yang Kecil, Lemah, Miskin, Tersingkir dan Difabel (KLMTD).

Selasa, 03 September 2013

RenHar 3 September 2013.



RenHar Selasa Kliwon 3/9.
1 Tes 5:1-6,9-11.
Luk 4:31-37.
PW ST. Gregorius Agung, Paus & Pujangga Gereja.
Injil hari ini mengisahkan setan bisa menyebut nama Yesus Tuhan, juga tahu bahwa Yesus adalah Yang Kudus dari Allah. 
Maka jangan heran jika kuasa setan juga bisa mempengaruhi hidup para pengikut-Nya, termasuk diri kita.
Yang perlu kita lakukan adalah mau dengan rendah hati mengaku sebagai pendosa dan mau bertobat, serta membiarkan diri dikuduskan oleh Allah dengan perbuatan kasih kepada siapa saja, mau melebur keserakahan, kebencian dan aku.

Senin, 02 September 2013

RenHar 2 September 2013.



RenHar Senin Wage 2/9.
1Tes 4:13-17.
Luk 4:16-30.
Ucapan orang Nasaret dalam Injil hari ini “Bukankah Dia anak Yusuf?” adalah ungkapan meremehkan karena orang Nasaret tersebut dengan kesadaran pikiran, yang naluriah beropini dan defensif.
Pelajaran bagi kita, gunakan kesadaran pikiran untuk menyelesaikan masalah teknis.
Tetapi untuk yang bersifat batin (berelasi dan kegiatan spiritual) gunakan kesadaran melampaui pikiran (awareness/eling), supaya bisa menerima sesama apa adanya tanpa intervensi pikiran yang naluriah beropini, menghakimi, membuka rekaman berelasi.
Sesungguhnya setiap orang setiap saat berubah.

Minggu, 01 September 2013

RenHar 1 September 2013.



RenHar Minggu Pon 1/9.
Sirakh 3:17-18,20,28-29.
Ibr 12:18-19,22-24a.
Luk 14:1,7-14.
Injil hari ini mengingatkan kita bahwa hak mengangkat atau meluhurkan manusia adalah hak Allah, sedangkan kewajiban kita sebagai makhluk ciptaan Allah harus selalu mengakui, merasa dan menghayati rendah hati dalam hidup sehari-hari.
Sadari dengan hati bahwa bersikap rendah hati bukan demi kepentingan diri, melainkan semata-mata demi semakin memuliakan Nama Allah.