Rabu, 15 Januari 2014

RenHar 15 Januari 2014.



RenHar Rabu Wage 15/1.
1Sam 3:1-10.19-20.
Mrk 1:29-39.
Berdoa dan melayani dengan tulus menjadi irama hidup Yesus karena selalu meluangkan waktu dalam keheningan, berdoa mengasah kepekaan untuk selalu melakukan kehendak Bapa-Nya. 
Kitapun niscaya dikaruniai kemampuan meneladani Yesus, yakni ketika kita mau membiasakan diri berdoa berpusat kepada Allah. 
Karunia tersebut datang tidak dicapai dalam suatu waktu tertentu sebagai hasil pergulatan panjang oleh si “aku”, melainkan terlahir setiap saat ketika si “aku” lenyap karena eling setiap saat (Ora et Labora).

Selasa, 14 Januari 2014

RenHar 14 Januari 2014.



RenHar Selasa Pon 14/1.
1Sam 1:9-20.
Mrk 1:21b-28.
Injil hari ini Yesus berbicara sebagai orang yang berkuasa, sebab setanpun mengatakan jati diri Yesus sebagai “Yang Kudus dari Allah” (ay 24), “Anak Allah” (Mrk 3:11), “Putra dari Allah yang Mahatinggi” (Mrk 5:7). 
Pelajaran bagi kita, bahwa sesungguhnya kewibawaan itu adalah kuasa yang diakui (power), bukan kekuasaan yang memaksa (force). 
Untuk bisa menjadi pribadi berkuasa yang diakui diperlukan kerendahan hati yang adalah salah satu wujud kemauan menyangkal diri dan memikul salib hidupnya (Mrk 8:34). 
(Power vs Force)

Senin, 13 Januari 2014

RenHar 13 Januari 2014.



RenHar Senin Pahing 13/1.
1Sam 1:1-8.
Mrk 1:14-20.
Hari ini Yesus memulai membentuk keluarga baru dengan memilih dan memanggil para rasul secara pribadi untuk menjadi satu keluarga Allah dan diutus menjadi saksi karya kasih-Nya. Keberadaan kita saat ini sebagai anggota keluarga, entah di rumah, pekerjaan, organisasi, kampung, dlsb juga diutus menjadi saksi karya kasih-Nya, selalu membawa damai, kerukunan dan kebersamaan, sehingga sukacita sejati mewujud di mana kita berada. 
"Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya.” (mrk 8:34).

Minggu, 12 Januari 2014

RenHar 12 Januari 2014.



RenHar Minggu Legi 12/1.
Yes 42:1-4.6-7.
Kis 10:34-38.
Mat 3:13-17.
Di Pesta Pembaptisan Tuhan hari ini, kita teladani hidup Yesus yang mau merendahkan diri di hadapan Yohanes Pembaptis, supaya manusia diselamatkan. 
Kita pun wajib merendahkan diri di hadapan sesama, supaya orang lain bisa dilayani dan diselamatkan, dengan sikap, tutur kata dan perbuatan untuk kesejahteraan, kemajuan, dan kedamaian bersama. 
Modalnya adalah mau “dihabiskan” oleh Allah (menyangkal diri).

Sabtu, 11 Januari 2014

RenHar 11 Januari 2014.



RenHar Sabtu Kliwon 11/1.
1Yoh 5:14-21.
Yoh 3:22-30.
Menjadi ”makin kecil” adalah spiritualitas Yohanes Pembaptis. 
Dengan menjadi ”makin kecil”, manusia diisi oleh kepenuhan Allah. 
Inilah jalan mistik Kristiani, suatu jalan persatuan antara ciptaan dan Penciptanya 
(manunggaling kawula Gusti). 
Spiritualitas Sang Perintis ini hendaknya menjiwai setiap orang yang mengaku dirinya sebagai pewarta dan pelaku welas asih, semakin lama rela ”dihabiskan” oleh Allah, hingga tak tersisa ego dirinya. Sungguh memprihatinkan apabila yang terjadi sebaliknya