Kamis, 07 Agustus 2014

RenHar 7 Agustus 2014.

RenHar Kamis Pon 7/8.
Yer 31:31-34.
Mat 16:13-23.
Injil hari ini mengingatkan bahwa dalam menjalani peziarahan hidup di dunia ini hendaknya selalu eling lan waspada. Karena ketika orang sudah merasa nyaman dan beres dalam perkara jasmani dan rohani, justru mudah menjadi jumawa dan memaksakan kehendak kepada liyan, sehingga yang terjadi bukanlah hidup menjadi berkat, melainkan justru menjadi batu sandungan bagi sesamanya. Kebiasaan mengasah kesadaran hati (awareness) mengantarkan pribadi tetap mengutamakan kerendahan hati dalam sikap, tutur kata, serta perbuatanbya.

Rabu, 06 Agustus 2014

RenHar 6 Agustus 2014.

RenHar Rabu Pahing 6/8.
Dan 7:9-10,13-14.
Mat 17:1-9.
Dua pelajaran hidup dalam Injil hari ini di Pesta Yesus Menampakkan Kemulian-Nya; 
Pertama, bahwa untuk memperoleh kemuliaan hidup dunia akhirat diperlukan kemauan membiasakan diri dalam sikap, tutur kata dan perbuatan mengutamakan kasih, yakni kerelaan menyangkal diri atau berkurban untuk liyan, karena tidak ada pengurbanan yang sia-sia, seperti teladan Tuhan Yesus yang demi cinta-Nya kepada umat manusia, sampai rela wafat di salib. 
Kedua, yang dilakukan Petrus dkk dalam Injil hari ini adalah naluriah manusia yang cenderung statusquo dan egois.  

Selasa, 05 Agustus 2014

RenHar 5 Agustus 2014.

RenHar Selasa Legi 5/8.
Yer 30:1-2,12-15,18-22.
Mat 15:1-2,10-14.
Bacaan Injil hari ini mengingatkan betapa pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan siapa saja, dimulai dari relasi pasutri, dst. 
Komunikasi yang baik harus didasari kasih sejati yang tidak mengutamakan diri, yang perwujudannya antara lain mau rendah hati dan ngajeni
Dengan kerendahan hati orang dimampukan mendengar, melihat, dan berbicara dari hati. Setiap orang, baik laki-laki maupun perempuan diciptakan Allah berbeda, tujuannya agar setiap pasangan suami isteri untuk saling melengkapi dan menyempurnakan demi semakin hidup memuliakan Allah, selalu ngajeni urip.

Senin, 04 Agustus 2014

RenHar 4 Agustus 2014.

RenHar Senin Kliwon 4/8.
Yer 28:1-17.
Mat 14:22-36.
Injil di PW St Yohanes Maria Vianney, Imam hari ini, mengutus setiap orang selalu mau terbuka hatinya kepada pribadi-pribadi yang berkehendak baik, mulai dari keluarga, tempat kerja, dan di manapun kita berada. Sikap dan toleransi kepada orang yang tidak seagama menjadi kesaksian bahwa Allah itu maha baik dan berbelas kasih kepada setiap orang, seperti hujan yang diturunkan-Nya kepada semua orang tanpa diskriminasi. Menurut alm Gus Dur dan Rm YB Mangun Wijaya, bahwa orang disebut seiman itu tidak harus sama agamanya.

Minggu, 03 Agustus 2014

RenHar 3 Agustus 2014.

RenHar Minggu Wage 3/8.
Yes 55:1-3.
Rm 8:35,37-39.
Mat 14:13-21.
Kisah Injil hari ini tentang penggandaan lima roti dan dua ekor ikan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Kisah ini mengingatkan bahwa semua niat yang dilakukan demi kebaikan serta untuk melayani sesama dengan kasih sejati tanpa pamrih, pasti mampu terwujud dengan baik, karena Tuhan selalu menuntun niat baik semua umat-Nya. 
Yang membuat orang sering ragu berbuat baik karena naluriah kesadaran pikiran itu egois, sehingga sangat bergantung pada kekuatan analitis. 

Sabtu, 02 Agustus 2014

RenHar 2 Agustus 2014.

RenHar Sabtu Pon 2/8.
Yer 26:11-16,24.
Mat 14:1-12.
Kisah Injil hari ini mudah kita temui sekarang ini di sekitar kita, mulai dari orang yang takut menegakkan keadilan dengan berbagai pembenaran diri, sampai dengan melakukan persekongkolan jahat dengan berbagai modus. Di sisi lain, mudah kita temui bangunan tempat ibadah agama apapun yang selalu dipenuhi jemaat. 
Padahal sejatinya agama itu tidak cukup diungkapkan dalam ritual, melainkan harus diwujudkan seperti yang dihayati oleh Ibu Elisabet yang mau mengampuni pembunuh anak tunggalnya yang ternyata adalah mantan kekasihnya. Semoga “virus” kasih sejati ini menyebar kepada setiap orang, semua ada waktunya.

Jumat, 01 Agustus 2014

RenHar 1 Agustus 2014.

RenHar Jumat Pahing 1/8.
Yer 26:1-9.
Mat 13:54-58.
Injil Di PW S Alfonsus de Liguori, Uskup & Pujangga Gereja hari ini, semua orang diutus untuk mau berubah dan membaharui diri. Tetapi karena naluriah orang itu egois, maka mudah terjebak pada rasa nyaman menurut cara berpikirnya dan kebiasaannya (status quo). Ketika ada gagasan baru menjadikan kenyamanannya terusik, kecewa, bisa jadi melakukan penolakan dengan kekerasan secara phisik atau non phisik. Padahal semakin melawan justru semakin menjadikan dirinya terpinggirkan, karena sejatinya perubahan adalah sebuah keniscayaan.

Selamat HUT isteriku ytc, panjang umur, sehat dan senantiasa menjadi berkat.