Jumat, 07 Maret 2014

RenHar 7 Maret 2014.

RenHar Jumat Kliwon 7/3.
Yes 58:1-9a.
Mat 9:14-15.

Injil Tuhan hari ini mengutus kita selalu bertumbuh dalam kasih (meskipun menuntut ketekunan, ketabahan dan diuji berbagai pengalaman penderitaan) kepada Tuhan yang dikembangkan dalam diri sesama, serta bertambah dalam cinta kepada diri sendiri. 
Puasa dan pertobatan adalah kesempatan mengungkapkan kasih sejati, yang meskipun hasil dari latihan panjang, tetapi bukan dari penguatan diri, melainkan buah dari pelepasan diri dari si aku/ egoisme (menyangkal diri). Sugeng wungon Jemuah Kliwonan.

Kamis, 06 Maret 2014

RenHar 6 Maret 2014.

RenHar Kamis Wage 6/3.
Ul 30:15-20.
Luk 9:22-25.

“Setiap orang yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikuti Aku.” 
Tuhan Yesus rela wafat di kayu salib yang hina karena mengasihi kita. 
Kasih itu kurban yang kadang menyakitkan, tindakan yang membawa kebaikan orang yang dikasihi. Kasih tidak datang mendadak, tetapi hasil latihan panjang, menuntut ketekunan dan ketabahan, diuji berbagai pengalaman penderitaan. Meskipun hasil dari latihan panjang, tetapi bukan dari penguatan diri, melainkan buah dari pelepasan diri dari si aku/egoisme (menyangkal diri). Inilah perutusan-Nya untuk kita.

Rabu, 05 Maret 2014

RenHar 5 Maret 2014.

RenHar Rabu Pon 5/3.
Yoel 2:12-18.
2Kor 5:20-6:2.
Mat 6:1-6.16-18.

Hari Rabu Abu, masa lalu disebut masa puasa, sekarang disebut masa Prapaskah. Harapannya tidak terbatas pada mengurangi makan dan minum, tetapi untuk ke depan penuh harapan dan syukur atas kebaikan dan kerahiman Allah yang tanpa batas, yang mengundang dan memberikan kesempatan kita untuk bertobat dan membarui kehidupan; dimulai dari dalam keluarga dengan keteladanan hidup orangtua yang penuh welas asih, mau memahami dan mengerti. 

Selasa, 04 Maret 2014

RenHar 4 Maret 2014.

RenHar Selasa Pahing 4/3.
1Ptr 1:10-16.
Mrk 10:28-31.

Dimana dan apapun status seseorang, sebagian besar kegiatan berorientasi pada hasil. Tindakan demikian disebut pragmatis yang menggerus makna
Tindakan yang dalam bukan dinilai dari hasil, tetapi pada tindakan itu sendiri. 
Bertindak melekat pada hasil akan diombang-ambingkan hasrat senang dan benci, untung dan rugi, pujian dan celaan, dst. Untuk bertindak mengatasi hal-hal tersebut diperlukan latihan praktis kesadaran hati (eling) setiap saat yang membawa manfaat luar biasa, segalanya menjadi indah, berlipat ganda, dan bebas.

Senin, 03 Maret 2014

RenHar 3 Maret 2014.

RenHar Senin Legi 3/3.
1Ptr 1:3-9.
Mrk 10:17-27.

Injil hari ini mengutus kita mau membuka mata hati, merekonstruksi arti kaya tidak hanya kaya harta, tetapi juga kaya iman dan kasih. 
Supaya kebaikan-hati tumbuh perlu pemahaman yang dalam (Deep Understanding). Pemahaman ini akan memampukan orang untuk mengasihi. Kalau misalnya dalam keluarga, masing-masing tidak bisa saling memahami aspirasi terdalam sesama anggota keluarga, maka mereka tidak akan bisa mengasihi dengan cara yang benar, tidak akan mampu melayani kepentingan mereka, dan kasih tidak ada dalam diri mereka.

Minggu, 02 Maret 2014

RenHar 2 Maret 2014.

RenHar Minggu Kliwon 2/3.
Yes 49:14-15.
1Kor 4:1-5.
Mat 6:24-34.

Injil hari ini Tuhan Yesus melarang orang kuatir, terutama akan hari esok, papan, sandang dan pangan; karena ada hal yang lebih penting, yakni hidup yang mesti dipelihara
Hidup yang terpelihara akan membuahkan kasih. Cinta Kasih yang sesungguhnya bukanlah rasa perasaan emosi, tetapi pertama adalah tindakan yang membawa kebaikan orang lain atau yang dikasihi. Kasih bukanlah hasil dari penguatan diri, melainkan buah dari pelepasan diri (bdk 1 Kor 13:4-7).

Sabtu, 01 Maret 2014

RenHar 1 Maret 2014.

RenHar Sabtu Wage 1/3.
Yak 5:13-20.
Mrk 10:13-16.
Orang dewasa melindungi anak kecil karena menilai mereka masih lemah dan belum tahu apa-apa. Kita diutus meneladani Yesus yang menempatkan anak kecil sebagai pribadi yang utama, penting dan pemilik Kerajaan Allah. Anak kecil adalah inspirasi bagi orang yang merasa diri dewasa; yakni sifat kepolosan, suci hatinya, tak pernah dendam, ceria menerima semua orang secara apa adanya. Kalau di antara mereka ada salah paham, paling lama esok harinya sudah bermain bersama lagi. Kalau menjadi berlarut-larut biasanya karena intervensi orang dewasa