Jumat, 14 Februari 2014

RenHar 14 Pebruari 2014.

RenHar Jumat Wage 14/2.
1Raja 11:29-32;12:19.
Mrk 7:31-37.

Di PW St Sirilus & Metodius, Uskup hari ini, kita diutus meneladani dua orang Kudus bersaudara tersebut yang hidup di abad IX. Mereka dengan telinganya mendengarkan Sabda Allah, dan dengan mulutnya menjadi pewarta bangsa Slavia. 
Kita syukuri karunia Allah bagi kita berupa telinga untuk mau mendengarkan Sabda Allah dan panggilan-Nya, dan karunia Allah berupa lidah untuk bertutur kata yang baik, yang berarti mewartakan kabar baik yang datang dari Allah kepada siapa saja, karena Allah selalu hadir dalam diri dan sesama kita. 

Kamis, 13 Februari 2014

RenHar 13 Pebruari 2014.

RenHar Kamis Pon 13/2.
1Raja 11:4-13.
Mrk 7:24-30.

Bacaan I hari ini menceritakan bahwa di awal hidupnya, Salomo sukses besar berkat doa dan upayanya, tetapi sayang Salomo tidak menjaga kesetiaannya kepada Allah. 
Sementara Tuhan Yesus dalam Injil hari ini dengan jelas menyatakan bahwa orang yang selalu bertekun, setia dan memiliki hati untuk Tuhan (artinya tidak menunda bertobat, berdoa dan upaya dengan selalu berpusat dan berserah kepada-Nya seperti perempuan Siro-Finesia), niscaya Allah mendengarkan dan mengaruniakan kasih-Nya yang terbaik untuk umat-Nya. 

Rabu, 12 Februari 2014

RenHar 12 Pebruari 2014.

RenHar Rabu Pahing 12/2.
1Raja 10:1-9.
Mrk 7:14-23.

“Sebab dari dalam hati orang timbul segala pikiran jahat, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.” 
Kutipan Injil hari ini mengingatkan betapa pentingnya mau meluangkan waktu hening membiasakan mengasah pengetahuan dengan kesadaran hati (awareness), karena dengan demikian si aku sang biang keladi kejahatan lenyap dengan sendirinya. 
Meditasi Awareness mengantar pengetahuan kesadaran hati.

Selasa, 11 Februari 2014

RenHar 11 Pebruari 2014.

RenHar Selasa Legi 11/2.
1Raja 8:22-23.27-30.
Mrk 7:1-13.
“Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari Aku.” 
Sabda Injil Tuhan hari ini mengingatkan kesalehan palsu yang sangat mungkin ada pada diri setiap orang, yakni 
cara hidup yang didasarkan pada ajaran yang benar tetapi untuk tujuan yang tidak baik atau jahat.
Tanpa disadari bahwa perilaku kitapun kadang sama dengan orang Farisi dan Ahli Taurat, yakni tekun beribadat tetapi tetap saja bertengkar antara suami-iateri, anak, sahabat dll kejahatan yang diselubungi kesalehan, yang sejatinya hanya karena tidak adanya kesadaran hati bahwa untuk bisa mengikuti Tuhan Yesus, harus mau menyangkal diri dan memanggul salib hidupnya. 

Senin, 10 Februari 2014

RenHar 10 Pebruari 2014.

RenHar Senin Kliwon 10/2.
1Raja 8:1-7.9-13.
Mrk 6:53-56.
Injil di PW St Skolastika, Perawan hari ini, mengisahkan tentang pelayanan Tuhan Yesus yang selalu datang menyembuhkan mereka yang sakit phisik/non phisik tanpa diskriminasi. Sekarang semua itu menjadi tugas kwajiban kita sebagai penyalur kasih Allah kepada mereka yang rindu belas kasih-Nya. 
Allah menciptakan keluarga sebagai dasar/ tempat awal menyemaikan belas kasih-Nya; Dimulai dari pasutri dan anak-anak harus mau saling mengasihi dengan belas kasih yang sesungguhnya, yakni setiap pribadi harus mau menyangkal diri tanpa ada yang dominan.


Minggu, 09 Februari 2014

RenHar 9 Pebruari 2014.

RenHar Minggu Wage 92.
Yes 58:7-10.
1Kor 2:1-5.
Mat 5:13-16.

Injil hari ini kita diutus mau hidup bagai garam, mau ajur-ajer dalam masyarakat sesuai dengan talenta kita masing-masing, tidak menonjolkan diri ingin menjadi “menu utama”.
Kehadiran kita juga sebagai terang dunia yang selalu mencerahkan. 
Yakni bagai matahari menjadi pencerah di siang bolong, jika malam bagaikan bulan. 
Semua itu mampu diwujudkan ketika mau hidup dengan mengandalkan kekuatan kasih Allah yang bisa dirasakan ketika mau melepaskan si aku. (menjadi garam dan terang dunia)

Sabtu, 08 Februari 2014

RenHar 8 Pebruari 2014.

RenHar Sabtu Pon 8/2.
1Raja-Raja 3:4-13.
Mrk 6:30-34.

“Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala.” 
Kutipan Injil hari ini mengutus kita mau mawas diri, sudahkan aku mengutamakan belas kasihan? Sadari bahwa dalam diri sesama, Tuhan selalu hadir. 
Dalam doa atau perbuatan baik apapun, “sesuatu yang lain” tidak perlu dikejar dengan pamrih. Datangnya “sesuatu yang lain” merupakan Rahmat Tuhan yang datang tanpa bisa diantisipasi. 
Tetapi pasti datang, dan Rahmat tersebut datang ketika si “aku” lenyap.