Jumat, 07 Februari 2014

RenHar 7 Pebruari 2014.

RenHar Jumat Pahing 7/2.
Sir 47:2-11.
Mrk 6:14-29.
Salah satu keutamaan Yohanes pembaptis yang harus diteladani adalah teguh dalam pendirian. Ini penting di jaman orang bertindak demi hukum tetapi tanpa roh berupa moral.
Injil hari ini kisah Herodias yang sakit hati kepada Yohanes, dendam sampai membunuhnya.
Ketika orang mau membiasakan diri mengasah kesadaran hati, maka meski pelan tetapi bisa merasakan manfaatnya, yakni selalu bisa menerima segala perkara secara apa adanya tanpa opini, tidak ada lagi sakit hati apalagi dendam, karena si aku dengan sendirinya lenyap.

Kamis, 06 Februari 2014

RenHar 6 Pebruari 2014.

RenHar Kamis Legi 6/2.
1Raja-Raja 2:1-4.10-12.
Mrk 6:7-13.
Injil hari ini mengingatkan bahwa kita dipanggil dan diutus Tuhan untuk mewartakan Kabar Gembira dalam perbuatan baik kepada Tuhan dalam diri sesama, mau bekerjasam dengan mereka yang berkehendak baik, serta selalu mengandalkan Tuhan.
Menjalani perutusan ini terasa berat dan melelahkan ketika mengandalkan kesadaran pikiran yang cenderung jatuh pada mencari kemuliaan diri.

Dengan kesadaran hati bisa “melihat” bahwa Tuhan ngejawantah dalam diri dan sesama, sehingga apapun perbuatannya untuk semakin memuliakan Nama-Nya. 

Rabu, 05 Februari 2014

RenHar 5 Pebruari 2014.

RenHar Rabu Kliwon 5/2.
2Sam 24:2.9-17.
Mrk 6:1-6.
Di PW St Agata, Perawan & Martir hari ini, kita teladani hidupnya yang mengutamakan kesadaran hati, mau menyangkal diri sehingga selalu dengan tulus hati mengasihi sesama.

Sikap tersebut sangat bertolak belakang dengan mereka yang mendengarkan ajaran Tuhan Yesus dalam Injil hari ini, yakni pribadi-pribadi arogan yang tak bisa melihat kebaikan dan kasih Allah, tetapi justru mengadili: “Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria?....” 
Selamat merayakan Pesta Nama Santa Pelindung kepada saudariku yang baptisnya Agata.

Selasa, 04 Februari 2014

RenHar 4 Pebruari 2014.

RenHar Selasa Wage 4/2.
2Sam 18:9-10.14b.24-25a.30.31b-33.
Mrk 5:21-43.
Injil hari ini kisah seorang ibu yang menderita sakit pendarahan selama dua belas tahun, sembuh setelah ia menjamah Tuhan Yesus, katanya: 
“Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” 
Kisah ini pelajaran bagi kita bahwa kehadiran, sentuhan  tangan, tatap muka adalah kekuatan batin yang tak tergantikan oleh alat sarana komunikasi apapun (telpon/skype) dalam berelasi antar sesama, lebih-lebih relasi pasutri dan dalam keluarga. 
Karena sentuhan tangan adalah sentuhan hati,  simak saja bayi yang menangis tiada henti, ketika merasakan belaian tangan ibundanya, ia langsung diam.

Senin, 03 Februari 2014

RenHar 3 Pebruari 2014.

RenHar Senin Pon 3/2.
2Sam 15:13-14.30;16:5-13a.
Mrk 5:1-20.

Injil hari ini tentang power vs force, yakni kuasa roh jahat (force) yang banyak wujudnya, mulai dari yang seolah-olah baik sampai yang jelas-jelas jahat penuh kekerasan. 
Sementara kuasa Roh Baik (power) atau Ilahi itu datangnya dari Tuhan yang hanya bisa dihayati ketika orang mau mengandalkan Allah yang Maha Tan Kinira, menggunakan kesadaran hati, melepas egonya. Sehingga segala hal mengutamakan welas asih tresna, karena sadar bahwa Allah hadir dalam diri dan sesama serta alam semesta. 
Semua yang baik datangnya dari Tuhan. 

Minggu, 02 Februari 2014

RenHar 2 Pebruari 2014.

RenHar Minggu Pahing 2/2.
Mal 3:1-4.
Luk 2:22-32.

Injil di Pesta Yesus dipersembahkan di Kenisah hari ini, kita diutus mau meneladani sikap hati Bunda Maria dan St. Yusuf, serta kesabaran hati Simeon dan Hana yang mampu merasakan kehadiran Allah dalam keseharian hidup mereka. 
Sikap hati seperti itu muncul ketika kita mau menerima segala perkara secara apa adanya tanpa opini, melepaskan si aku yang menjadikan hidup nyaman, selalu fresh tanpa ego, bisa menghayati belarasa dan welas asih tresna dalam berelasi dengan siapa pun.  

Sabtu, 01 Februari 2014

RenHar 1 Pebruari 2014.

RenHar Sabtu Legi 1 Pbr.
2Sam 12:1-7a.10-17.
Mrk 4:35-41.

Injil hari ini para murid bersama dengan Yesus mengalami bencana besar, dan mereka diselamatkan oleh-Nya. Meskipun hidup kita merasa dekat dengan Tuhan, tetap saja mengalami kesusahan, tetapi harus percaya tidak akan tenggelam dan binasa. 
Kita justru makin merasa menderita ketika kita menghadapinya dengan mengandalkan kesadaran pikiran yang naluriah egois. 
Tetapi ketika kita hadapi dengan kesadaran hati yang adalah Bait Allah, mau menyangkal diri, maka karunia Allah dianugerahkan bagi kita berupa jalan terbaik menurut Tuhan (bukan menurutku) yang meneduhkan hati (hati adalah Bait Allah).