Sabtu, 18 Januari 2014

RenHar 18 Januari 2014.



RenHar Sabtu Pahing 18/1.
1Sam 9:1-4.17-19;10:1a.
Mrk 2:13-17.
“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.” 
Sabda Tuhan dalam Injil hari ini menyadarkan bahwa Dia datang untuk mereka yang mau berubah menjadi baik. 
Orang yang selalu merasa benar tidak akan bisa berubah jika hanya vokal terhadap yang lain tetapi tidak untuk dirinya. 
Apabila ini dipertahankan, maka keharmonisan akan kandas. 
Kita wajib mawas diri bahwa setiap orang memiliki kekurangan. 
Namun itu bukan penghalang terciptanya hidup harmonis dengan siapapun, jika mau rendah hati mengambil hikmah kehidupan dirinya dan orang lain.

Jumat, 17 Januari 2014

RenHar 17 Januari 2014.



RenHar Jumat Legi 17/1.
1Sam 8:4-7.10-22a.
Mat 19:16-26.
Injil di PW St. Antonius, Abas hari ini, kita diingatkan bahwa mengikuti kehendak Allah tidak cukup sekedar menaati perintah dan ajaran-Nya, tetapi juga harus mau ambil bagian dalam ketidak pastian yang menjadi ciri kehidupan Yesus. 
Injil hari ini juga mengajarkan bagaimana kita harus menyikapi harta dunia sebagai sarana untuk semakin memuliakan Nama-Nya. 
Demikian pula datangnya Rahmat Allah tanpa bisa kita inginkan dan prediksikan, tetapi pasti datang. Sesungguhnya Rahmat Allah datang ketika diri atau si “aku” lenyap.

Kamis, 16 Januari 2014

RenHar 16 Januari 2014.



RenHar Kamis Kliwon 16/1.
1Sam 4:1-11.
Mrk 1:40-45.
Permohonan si kusta kepada Tuhan Yesus dan terkabul dalam Injil hari ini pelajaran bagi kita betapa Tuhan suka dialog yang didasari sikap rendah hati dan penyerahan, karena meskipun si kusta ingin sembuh tetapi tidak memaksa Tuhan. 
Hidup sebagai apa dan di mana pun di dunia Ini selalu diwarnai oleh dialog. 
Dialog yang sehat adalah dialog yang mendatangkan sukacita dan menyembuhkan semua pihak. Untuk mewujudkannya diperlukan kerendahan hati semua pihak, dan membiasakan diri tidak beropini ketika berdialog (naluriah kesadaran pikiran defensive, egois; tetapi dengan kesadaran hati membuahkan sikap belarasa dan asih tresna)

Rabu, 15 Januari 2014

RenHar 15 Januari 2014.



RenHar Rabu Wage 15/1.
1Sam 3:1-10.19-20.
Mrk 1:29-39.
Berdoa dan melayani dengan tulus menjadi irama hidup Yesus karena selalu meluangkan waktu dalam keheningan, berdoa mengasah kepekaan untuk selalu melakukan kehendak Bapa-Nya. 
Kitapun niscaya dikaruniai kemampuan meneladani Yesus, yakni ketika kita mau membiasakan diri berdoa berpusat kepada Allah. 
Karunia tersebut datang tidak dicapai dalam suatu waktu tertentu sebagai hasil pergulatan panjang oleh si “aku”, melainkan terlahir setiap saat ketika si “aku” lenyap karena eling setiap saat (Ora et Labora).

Selasa, 14 Januari 2014

RenHar 14 Januari 2014.



RenHar Selasa Pon 14/1.
1Sam 1:9-20.
Mrk 1:21b-28.
Injil hari ini Yesus berbicara sebagai orang yang berkuasa, sebab setanpun mengatakan jati diri Yesus sebagai “Yang Kudus dari Allah” (ay 24), “Anak Allah” (Mrk 3:11), “Putra dari Allah yang Mahatinggi” (Mrk 5:7). 
Pelajaran bagi kita, bahwa sesungguhnya kewibawaan itu adalah kuasa yang diakui (power), bukan kekuasaan yang memaksa (force)
Untuk bisa menjadi pribadi berkuasa yang diakui diperlukan kerendahan hati yang adalah salah satu wujud kemauan menyangkal diri dan memikul salib hidupnya (Mrk 8:34). 
(Power vs Force)

Senin, 13 Januari 2014

RenHar 13 Januari 2014.



RenHar Senin Pahing 13/1.
1Sam 1:1-8.
Mrk 1:14-20.
Hari ini Yesus memulai membentuk keluarga baru dengan memilih dan memanggil para rasul secara pribadi untuk menjadi satu keluarga Allah dan diutus menjadi saksi karya kasih-Nya. Keberadaan kita saat ini sebagai anggota keluarga, entah di rumah, pekerjaan, organisasi, kampung, dlsb juga diutus menjadi saksi karya kasih-Nya, selalu membawa damai, kerukunan dan kebersamaan, sehingga sukacita sejati mewujud di mana kita berada. 
"Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya.” (mrk 8:34).