Minggu, 12 Januari 2014

RenHar 12 Januari 2014.



RenHar Minggu Legi 12/1.
Yes 42:1-4.6-7.
Kis 10:34-38.
Mat 3:13-17.
Di Pesta Pembaptisan Tuhan hari ini, kita teladani hidup Yesus yang mau merendahkan diri di hadapan Yohanes Pembaptis, supaya manusia diselamatkan. 
Kita pun wajib merendahkan diri di hadapan sesama, supaya orang lain bisa dilayani dan diselamatkan, dengan sikap, tutur kata dan perbuatan untuk kesejahteraan, kemajuan, dan kedamaian bersama. 
Modalnya adalah mau “dihabiskan” oleh Allah (menyangkal diri).

Sabtu, 11 Januari 2014

RenHar 11 Januari 2014.



RenHar Sabtu Kliwon 11/1.
1Yoh 5:14-21.
Yoh 3:22-30.
Menjadi ”makin kecil” adalah spiritualitas Yohanes Pembaptis. 
Dengan menjadi ”makin kecil”, manusia diisi oleh kepenuhan Allah. 
Inilah jalan mistik Kristiani, suatu jalan persatuan antara ciptaan dan Penciptanya 
(manunggaling kawula Gusti). 
Spiritualitas Sang Perintis ini hendaknya menjiwai setiap orang yang mengaku dirinya sebagai pewarta dan pelaku welas asih, semakin lama rela ”dihabiskan” oleh Allah, hingga tak tersisa ego dirinya. Sungguh memprihatinkan apabila yang terjadi sebaliknya

Jumat, 10 Januari 2014

RenHar 10 Januari 2014.



RenHar Jumat Wage 10/1.
1Yoh 5:5-7.9-13.
Luk 5:12-16.
”Pergilah, tunjukkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintah Musa.” 
Yang pertama selayaknya kita lakukan adalah bersyukur dan memuji Dia, dan diungkapkan dalam perbuatan welas asih kepada setiap orang, dimulai kepada orang terdekat demi mewujudkan keluarga ideal, yakni setiap anggota mau berupaya saling memenuhi harapan anggota masing-masing, tanpa lebih dulu memikirkan dirinya. 
Sadari bahwa kesadaran pikiran naluriah egois dan defensif. 
Inilah perlunya mau membiasakan diri mengasah kesadaran hati.

Kamis, 09 Januari 2014

RenHar 9 Januari 2014.



RenHar Kamis Pon 9/1.
1Yoh 4:19-5:4.
Luk 4:14-22a.
Injil hari ini Tuhan Yesus menerjemahkan Alkitab yang berisi huruf-huruf mati ke dalam kehidupan-Nya; dalam sikap, tutur kata serta perbuatan-Nya.
Kitapun diutus mau meneladani-Nya dalam sikap, tutur kata dan perbuatan hidup selalu selaras sabda Allah dalam Kitab Suci, sampai pada taraf ”bukan lagi aku yang hidup, melainkan Dia yang hidup dalam diriku.” 
Untuk bisa mewujudkannya harus mau menyangkal diri sebagaimana kemanusiaan Yesus yang selalu menyangkal diri.

Rabu, 08 Januari 2014

RenHar 8 Januari 2014.



RenHar Rabu Pahing 8/1.
1Yoh 4:11-18.
Mrk 6:45-52.
Injil hari ini mengutus kita mau membiasakan diri meluangkan waktu mengasah hati dalam keheningan berpusat kepada Allah (bukan pada diri sendiri) supaya mampu neges Kersa Dalem Gusti
Kesadaran hati memampukan kita tanggap ing sasmita, selalu berpengharapan hanya kepada Allah yang selalu hadir dalam diri dan sesama. 
Keseharian hidup menjadi nyaman, selalu fresh tanpa ego, peaceful, menghayati love and compassion (berbela rasa dan welas asih tresna) dalam berelasi dengan siapa pun. 
(Aku ini, jangan takut).