Kamis, 14 November 2013

RenHar 14 Nopember 2013.



RenHar Kamis Pahing 14/11.
Keb 7:22-8:1.
Luk 17:20-25.
“Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah…” 
Meski tanpa tanda-tanda lahiriah, namun kehadiran Kerajaan Allah selalu bisa kita rasakan dan nikmati dalam keseharian hidup, ketika kita mau menggunakan kesadaran melampaui kesadaran pikiran (hati/ awareness/ eling setiap saat). 
Saat itulah kita bisa merasakan kehadiran Allah dalam diri sesama kita, baik dalam keluarga, lingkungan tempat tinggal, pekerjaan dan di mana saja kita berada, bisa merasakan damai, sejahtera penuh kasih dan sukacita.
(Datanglah Kerajaan-Mu)

Rabu, 13 November 2013

RenHar 13 Nopember 2013.



RenHar Rabu Legi 13/11.
Keb 6:2-11.
Luk 17:11-19.
Dalam Injil hari ini Yesus kecewa karena dari sepuluh orang yang disembuhkan, hanya seorang yang kembali untuk bersyukur dan berterima kasih (itupun orang Samaria yang dicap kafir). 
Pelajaran bagi kita supaya dalam segala hal mau bersyukur atas segala rahmat yang telah diterima, baik dari Tuhan maupun lewat sesama. 
Membiasakan diri berterima kasih dan bersyukur atas apapun yang diterima akan menjauhkan diri dari iri hati, cemburu, serakah, kecewa dan lain-lain yang semua disebabkan “egoisme”.
(Bersyukur setiap saat)

Selasa, 12 November 2013

RenHar 12 Nopember 2013.



RenHar Selasa Kliwon 12/11.
Keb 2:23-3:9.
Luk 17:7-10.
Injil hari ini mengingatkan kita bahwa kehidupan kekal adalah buah dari kehidupan di dunia. 
Kearifan Jawa mengajarkan: Bahwa hidup ini yang dicari semat, drajat, dan kramat.  
Semat (kekayaan dunia), drajat (jabatan dunia), dan kramat (kehidupan kekal di surga). 
Semat dan drajat signifikan bagi kehidupan kekal di surga, apabila semat dan drajat sebagai sarana mengabdi, menyintai dan memuliakan Allah yang diungkapkan dalam hidup bersama orang lain penuh welas asih tresna (awareness).
Hal ini secara umum ditandai banyaknya orang yang melayat saat ybs wafat.

Senin, 11 November 2013

RenHar 11 Nopember 2013.



RenHar Senin Wage 11/11.
Keb 1:1-7.
Luk 17:1-6.
Bacaan I di PW St Martinus dari Tours, Uskup hari ini, kita diingatkan pentingnya memiliki hati yang jernih (ay 4). 
Dari batin yang jernih akan tinggal kebijaksanaan & pikiran cerdas yang selalu mengutamakan keselarasan alam dan ngajeni urip
Bandingkan dengan arti kata sekolah yang aslinya dari bahasa Yunani skula: saat teduh, ketika orang menggunakan waktu luangnya untuk mengembangkan kekuatan batinnya. 
Buahnya berpikir cerdas, membangun budaya kehidupan & menjaga keselarasan alam karena memiliki welas asih (awareness).
Sekolah modern sekarang ini sangat jauh dari konsep waktu teduh & pengembangan kekuatan batin. Akibatnya? 
(Mengasah Batin)

Minggu, 10 November 2013

RenHar 10 Nopember 2013.



RenHar Minggu Pon 10/11.
2Makabe 7:1-2.9-14.
2Tes 2:16-3:5.
Luk 20:27-38.
Dalam Injil hari ini, yang kita hadapi adalah salah satu rahasia iman. 
Sehingga yang penting bukanlah berbagai macam spekulasi tentang kebangkitan, tetapi keyakinan iman bahwa kita adalah anak-anak kebangkitan.
Oleh karena itu Mgr. Ignatius Suharyo mengajak kita merenungkan tentang keyakinan kita sebagai anak-anak kebangkitan. 
Apa saja arti pernyataan ini bagi hidup kita sehari-hari di tengah kehidupan Gereja dan masyarakat? Silahkan misalnya membaca Filipi 3:4-12.

Sabtu, 09 November 2013

RenHar 9 Nopember 2013.



RenHar Sabtu Pahing 9/11.
1Kor 3:9b-11.16-17.
Yoh 2:13-22.
Di Pesta Pemberkatan Basilik Leteran hari ini, kita patut bangga (hanya low energy) atas kehadiran Gereja Basilika Leteran yang kita rayakan hari ini. 
Tetapi, apakah kehadiran bangunan gereja-gereja megah yang ada sungguh mencerminkan kualitas Gereja yang sejati, yakni kita semua? Semoga kecantikan bangunan gereja-gereja kita juga mencerminkan kecantikan dalam kerukunan karena kita masing-masing tidak egois, mau bersaudara sejati, serta bermanfaat bagi siapa dan apa saja, apapun mereka.

Jumat, 08 November 2013

RenHar 8 Nopember 2013.



RenHar Jumat Legi 8/11.
Rm 15:14-21.
Luk 16:1-8.
Seruan Yesus dalam Injil hari ini untuk “anak-anak terang” supaya cerdik, arif dan bijaksana dalam mengejar Kerajaan Allah, bahwa segala yang dimiliki (apapun itu) hanyalah sarana hidup. 
Langkah antisipasi bendahara dalam Injil hari ini dipuji Yesus karena ia pandai membaca situasi menghadapi hari depan yang suram, bukan memuji karena ketidak jujurannya. 
Sebagai pribadi yang mengaku sebagai “anak terang”, kita diutus belajar dari kecerdikan anak-anak dunia agar pandai membaca situasi supaya bisa merubah masa depan yang suram menjadi cerah.