Kamis, 07 November 2013

RenHar 7 Nopember 2013.



RenHar Kamis Kliwon 7/11.
Rm 14:7-12.
Luk 15:1-10.
Sabda Yesus dalam Injil hari ini adalah sabda penuh kasih dan pengampunan. 
Inilah yang mendorong orang untuk bertobat, meninggalkan cara hidup lama dan berusaha menjadi lebih baik. 
Kita diutus mewartakan kasih-Nya dalam sikap, tutur kata dan perbuatan welas asih tresna kepada siapa saja, lebih-lebih karena realitas masyarakat kita sekarang ini hanya seolah-olah baik, religius, ngajeni kemanusiaan dan keadilan. 
Logikanya semakin banyak tempat ibadah, semakin banyak orang menjadi lebih baik. 
Tetapi apa kenyataan yang terjadi?

Rabu, 06 November 2013

RenHar 6 Nopember 2013.



RenHar Rabu Wage 6/11.
Rm 13:8-10.
Luk 14:25-33.
“Demikianlah setiap orang di antaramu yang tidak melepaskan diri dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.” Melepaskan yang tidak diperlukan atau tidak kita inginkan itu gampang. Tetapi apabila itu berkaitan dengan kebutuhan yang menurut “aku” dan ukuran dunia sangat dicari, sudah pasti sulit melepaskan. 
Padahal kita tahu ajaran Yesus; dengan memberi kita menerima, dengan mecintai kita dicintai, bukan sebaliknya.
Karunia Tuhan bukan karena kita spektakuler menurut ukuran dunia, tetapi ketika kita berani melepaskan si aku atau menyangkal diri.
Kerajaan Allah nan damai sejahtera senantiasa menyertai kita, kini dan selama-lamanya

Selasa, 05 November 2013

RenHar 5 Nopember 2013.



RenHar Selasa Pon 5/11.
Rm 12:5-16a.
Luk 14:15-24.
Makna Injil hari ini bahwa Allah mengundang semua orang masuk dalam Kerajaan-Nya. 
Masalahnya, manusia mau menanggapi atau tidak? 
Syukuri bahwa kita telah memiliki banyak teladan, al dari kisah Adam dan Hawa yang kehilangan rahmat keabadian gara-gara mengutamakan diri. 
Sebaliknya Maria karena kerendahan dan keterbukaan hatinya, mampu menerima tawaran Allah yang berbuah karunia mahkota keabadian, jiwa raganya diangkat ke surga.

Senin, 04 November 2013

RenHar 4 Nopember 2013.



RenHar Senin Pahing 4/11.
Rm 11:29-36.
Luk 14:12-14.
“Alangkah dalamnya kekayaan, kebijaksanaan, dan pengetahuan Allah!  Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya” (Rm 11:33). Segalanya dalam rencana-Nya, bukan kita. 
Di PW St. Carolus Boromeus hari ini, kita diutus mau memberikan yang terbaik penuh welas asih tresna kepada semua orang tanpa menuntut balas. 
Supaya bisa hidup mau memberikan diri yang terbaik bagi Tuhan dan sesama, bekalnya mau menerima segala perkara apa adanya tanpa opini, tidak hanya memilih salah satu.

Minggu, 03 November 2013

RenHar 3 Nopember 2013.



RenHat Minggu Legi 3/11.
Keb 11:22-12:2.
2Tes 1:11-2:2.
Luk 19:1-10.
Semua orang bisa saja mengatakan bahwa hidupnya tidak seperti Zakeus. 
Tetapi di hadapan Allah tidak bisa mengklaim bahwa hidupnya lebih baik daripada Zakeus.
“Karena Engkau berkuasa akan segala sesuatu, maka semua orang Kaukasihani, dan dosa manusia tidak Kauperhatikan, supaya mereka bertobat.” (Keb 11:23)
Kasih Allah itulah yang diterima Zakeus sebagai buah pertobatannya, yang seharusnya juga senantiasa kita hidupi.

Sabtu, 02 November 2013

RenHar 2 Nopember 2013.



RenHar Sabtu Kliwon 2/11.
2Mak 12:43-46.
1Kor 15:12-34.
Yoh 6:37-40.
Di Peringatan Arwah Semua Orang Beriman hari ini, kita diajak selalu menyadari bahwa hidup di dunia ini adalah kesempatan indah karena segala kebaikan yang ada di bumi telah diberikan Tuhan bagi kita. 
Mari dengan penuh iman kita syukuri.  
Sembah nuwun Gusti.
Syukuri juga bahwa keberadaan kita di dunia saat ini adalah karena berkah pangestu serta welas asih tresna dari para leluhur kita yang hari ini kita peringati dan doakan.

Jumat, 01 November 2013

RenHar 1 Nopember 2013.



RenHar Jumat Wage 1/11.
Why 7:2-4.9-14.
1Yoh 3:1-3.
Mat 5:1-12a.
Di Hari Raya Semua Orang Kudus hari ini, para kudus adalah orang-orang yang telah disucikan. Mereka telah melihat Allah “dalam keadaan yang sebenarnya” (1Yoh 3:2).
St. Teresia dari Lisieux pernah berkata kepada Muder Maria Gonzaga “Engkau tahu Muder, bahwa saya selalu rindu menjadi orang kudus”. 
Dan kerinduan itu terpenuhi lewat apa yang disebut “jalan kecil”, yakni jalan kerendahan hati, kesederhanaan dan kepercayaan.