Minggu, 21 Juli 2013

RenHar 21 Juli 2013.



RenHar Minggu Legi 21/7.
Kej 18:1-10a.
Kol 1:24-28.
Luk 10:38-42.
Hidup memang harus memilih, yang sering terjadi orang bangga karena dipuji sebagai orang super sibuk dan giat melayani. 
Tetapi sering juga terjadi kesibukan pelayanan menjadi alasan untuk mengeluh dan mengecam orang lain. 
Mari kita saling menghargai pilihan masing-masing sebagai yang terbaik dan dihayati dengan senang hati. 
Sejatinya Tuhan lebih melihat hati daripada apa yang kita lakukan.

Sabtu, 20 Juli 2013

RenHar 20 Juli 2013.



RenHar Sabtu Kliwon 20/7.
Kel 12:37-42.
Mat 12:14-21.
Injil hari ini mengingatkan perutusan kita, terutama di tengah masyarakat yang cenderung susah menghargai kebaikan. 
Yakni, jangan mudah putus asa atau “coklekan ati” karena dicela, tidak diterima ide kita, dlsb.
Tanggapi semua itu dengan rendah hati sebagai motivasi meningkatkan kinerja, semua demi semakin memuliakan Allah. 
Percayalah akan kekuatan doa Santo Fransikus dari Asisi yang harus selalu kita kumandangkan “Tuhan jadikanlah aku pembawa damai”.

Doa "Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai",
Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih,
Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan,
Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan,
Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian,
Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran,
Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku sumber kegembiraan,
Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang,
Tuhan semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur,
Memahami daripada dipahami, mencintai daripada dicintai,
Sebab dengan memberi aku menerima,
Dengan mengampuni aku diampuni,
Dengan mati suci aku bangkit lagi, untuk hidup selama-lamanya. Amin.
 

Jumat, 19 Juli 2013

RenHar 19 Juli 2013.



RenHar Jumat Wage 19/7.
Kel 11:10-12:14
Mat 12:1-8
Perikop Injil hari ini juga sering kita jumpai di sekitar kita, yakni hukum yang seharusnya untuk melayani manusia, tetapi justru dimanipulasi menjadi alat untuk menindas orang kecil, lemah, miskin yang tidak punya kuasa apapun.
Sejatinya hukum itu dibuat untuk manusia, dan manusia berada di atas hukum.
Kita diutus dalam segala hal mengutamakan keadilan dan kebenaran, bukan demi pembenaran diri karena merasa mampu dan kuat dalam banyak hal.

Kamis, 18 Juli 2013

RenHar 18 Juli 2013.



RenHar Kamis Pon 18/7.
Kel 3:13-20
Mat 11:28-30
“Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu....dan belajarlah pada-Ku, sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati”.
Orang selalu datang kepada Tuhan Yesus mohon diringankan beban hidup yang dideritanya. 
Tetapi karena kedagingan manusia. biasanya hanya berhenti sampai disini, tanpa mau belajar dari Yesus yang selalu lemah lembut dan rendah hati.

Rabu, 17 Juli 2013

RenHar 17 Juli 2013.



RenHar Rabu Pahing 17/7.
Kel 3:1-6.9-12.
Mat 11:25-27.
Meneladani guru yang baik adalah keutamaan hidup, apalagi apabila kita mau meneladani Sang Gruru Sejati, yakni Tuhan Yesus Kristus
Tuhan Yesus Kristus merasa diri lahir sebagai “orang biasa”, sehingga yang biasa selalu dihidupi-Nya menjadi kebiasaan.
Kita teladani hidup-Nya yang menurut ukuran orang kebanyakan sesuatu yang berat, tetapi bagi Yesus, hal itu sangat menyenangkan. 
Mengasihi adalah sesuatu yang membahagiakan, mengampuni yang bagi kita tidak masuk akal, tetapi Tuhan Yesus selalu memberikan berlimpah kepada setiap orang.

Selasa, 16 Juli 2013

RenHar 16 Juli 2013.



RenHar Selasa Legi 16/7.
Kel 2:1-5a.
Mat 11:20-24.
Bersyukur saat mengalami kegembiraan itu lumrah, sudah layak dan sepantasnya. 
Sabda Tuhan Yesus hari ini mengingatkan kita harus selalu mau bertobat dan mensyukuri hidup, apapun dan bagaimanapun situasi kondisi hidup kita, karena sesungguhnya justru dalam kegembiraanlah kita harus hati-hati, karena situasi ini sering membuat orang lupa diri seperti orang-orang di Khorazim, Betsaida dan Kapernaum dalam perikop Injil hari ini.

Senin, 15 Juli 2013

RenHar 15 Juli 2013.



RenHar Senin Kliwon 15/7.
Kel 1:8-14.22.
Mat 10:34-11:1.
PW St. Bonaventura, UskPujG
Jika memaknai Sabda Yesus hari ini secara harafiah, kita akan terjebak pada kekerasan yang bertentangan dengan hukum cinta kasih-Nya. 
Yang dikehendaki Yesus, kita selalu kuat dalam prinsip sehingga tepat menentukan pilihan. 
Ini sangat penting di jaman sekarang yang mendewakan keduniawian, yang mementingkan hasil daripada proses dan cara melakukannya.
Mengutamakan harta surgawi harus diungkapkan dengan hidup jujur dan perbuatan baik penuh welas asih tresna.
Sekedar tahu bahwa berdasarkan penelitian David Hawkins, welas asih tresna masuk kategori energi tinggi (500).
Adapun kebanggaan yang banyak dikejar orang ternyata kategorinya rendah (175), di atas marah (150).
Selamat Pesta Nama bagi Saudaraku yang baptisnya Bonaventura.