Rabu, 19 September 2012

RenHar 19 September 2012.



RenHar Rabu Legi 19/9
1Kor 12:31-13:13
Luk 7:31-35
Ketika keinginannya terpenuhi pasti mudah mengatakan Allah itu maha kasih, tetapi bagaimana bila yg terjadi sebaliknya?
Kita renungkan sejenak dengan hati, niscaya kita bisa merasakan bahwa sejatinya tak terbatas ungkapan kasih-Nya yg selalu dikarunikan bagi hidup kita.
Kesadaran ini membuahkan sikap dalam segala perkara selalu bersyukur & mau semakin berbagi kasih kepada sesama, karena kasih itu murah hati, sabar menanggung segala sesuatu, tidak cemburu, dst.

Selasa, 18 September 2012

RenHar 18 September 2012.



RenHar Selasa Kliwon 18/9
1Kor 12:12-14
Luk 7:11-17
Ketika kita dengan hati peduli  kepada sesama yang lemah & empati kepada yang sedang berduka, niscaya Tuhan campur tangan meringankan mereka yang ditimpa kemalangan, seperti janda dalam Injil hari ini.
Inilah perlunya saling peduli & empati setulus hati di antara kita, bukan kepedulian pura-pura seperti yang mudah kita jumpai di masyarakat, yang justru tidak membawa keselamatan.
Sikap peduli muncul dari hati sederhana yang percaya bahwa Tuhan menyertai hidupnya.
(kehadiran-Nya membawa keselamatan)

Senin, 17 September 2012

RenHar 17 September 2012.



RenHar Senin Wage 17/9
1Kor 11:17-26
Luk 7:1-10
Setiap orang yang tahu diri dalam sikap dan perbuatannya di hadapan Allah beroleh apresiasi dan berkat dari-Nya seperti perwira dalam Injil hari ini. 
Kekerasan dalam berbagai bentuk & berbagai ketidak adilan yang marak terjadi  adalah akibat orang tidak tahu diri di hadapan Allah, sikap dan perbuatannya menyamai Allah, merasa diri pemilik otoritas kebenaran.
Yakini bahwa kuasa jahat akhirnya tunduk oleh kuasa kebenaran yang datang dari Allah.
(katakanlah sepatah kata saja, jiwaku akan sembuh)

Minggu, 16 September 2012

RenHar 16 September 2012.


RenHar Minggu Pon 16/9
Yes 50:5-9a
Yak 8:27-35
Mrk 8:27-35
Dari Bacaan & Injil hari ini kita diingatkan bahwa apabila mengaku sebagai orang beriman haruslah pula diikuti dengan perbuatan yang selaras dengan yang diimaninya.
Maka benarlah apa yang dikatakan swargi Gus Dur & Rama YB Mangunwijaya bahwa orang beriman tidak harus beragama sama. 
Demikian juga orang beragama belum tentu beriman, sebaliknya orang beriman juga belum tentu beragama (iman harus diikuti perbuatan). 

Sabtu, 15 September 2012

RenHar 15 September 2012.


RenHar Sabtu Pahing 15/9
Ibr 5:7-9
Yoh 19:25-27
Di peringatan Santa Perawan Maria Berdukacita hari ini, hendaknya dalam menjalani peziarahan hidup kita, terutama dalam kita membina rumah tangga (baik sebagai suami ataupun isteri) mau meneladani sikap Bunda Maria yang sungguh menyadari akan konsekuensi dari janji & pilihan hidupnya, yakni harus mau menyangkal diri dari kemauan & atau kesenangan sendiri, sebaliknya harus lebih mau memahami daripada ingin dipahami, mau mengerti daripada ingin dimengerti. 
(setia pada janji).