Jumat, 14 September 2012

RenHar 14 September 2012.


RenHar Jumat Legi 14/9
Bil 21:4-9
Fil 2:6-11
Yoh 3:13-17
Pesta Salib Suci hari ini kita diajak merenungkan hidup kita masing-masing sebagai pengikut Yesus.
Apakah hidup batinku, pikiranku, sikapku, serta tutur kata & perbuatanku sudah meringankan penderitaan salib Yesus? Atau sebaliknya justru malahan menyalibkan Yesus kedua kalinya?
Renungan ini diharapkan mampu menyempurnakan atau bahkan mengubah hidupku untuk selalu berani bersaksi akan penderitaan-Nya dalam sikap dan perbuatan welas asih tresna kepada siapa dan apa saja tanpa diskriminasi. 
(bertobat & berubah).

Kamis, 13 September 2012

RenHar 13 September 2012.


RenHar Kamis Kliwon 13/9
1Kor 8:1b-7,11-13
Luk 6:27-38
Sebaga murid Kristus, kita dituntut berbuat baik melampaui kebaikan ukuran manusia.   
Dasarnya  adalah welas asih Allah kepada manusia tanpa pandang bulu, oksigen gratis tak hanya diberikan kepada orang baik saja. 
Mengasihi hanya kepada orang yang mengasihi juga dilakukan orang jahat, lalu apa jasanya? 
Dengan pertobatan, rendah hati diiringi laku batin, matiraga serta kesadaran bahwa Allah selalu menyertai, kita dimamampukan menebarkan kasih sejati, mewujudkan Kerajaan Allah di sekitar kita. 
(murah hati seperti Allah).

Rabu, 12 September 2012

RenHar 12 September 2012.


RenHar Rabu Wage 12/9
1Kor 7:25-31
Luk 6:20-26
Meskipun sebagai murid-Nya diberi kebebasan memilih, kita diutus mau memilih jalan Allah. 
Artinya, meski untuk mencapai kebahagiaan & kesenangan hidup itu kita perlu uang, makanan, papan & sarana hidup lain yang memadai, tetapi semua itu haruslah tetap bergantung pada Tuhan. 
Secara lugas Santo Paulus dalam bacaan hari ini menulis meskipun kita memiliki harta & kekayaan, tetapi kita hidup seakan-akan tidak memilikinya karena semuanya berasal dari Tuhan. 
Untuk mencapainya diperlukan sikap lepas bebas tanpa keterikatan terhadap harta milik & mau berbagi kepada orang lain. 
(hidup tak terikat akan harta milik).

Selasa, 11 September 2012

RenHar 11 September 2012.


RenHar Selasa Pon 11/9
1Kor 6:1-11
Luk 6:12-19
Injil hari ini Yesus mengajarkan kepada kita supaya tekun mendengarkan Sabda-Nya lewat KS (Lectio), untukn kita renungkan dan dipahami (Meditatio), kemudian kita tanggapai Sabda-Nya dalam doa supaya terjadi dialog antara kita dengan Allah (Oratio), selanjutnya kita ingat Sabda Tuhan tersebut sebagai bekal hidup kita (Contemplatio). Akhirnya kita ungkapkan dalam perbuatan welas asih tresna kepada sesama & alam semesta AMDG (Lectio Devina).

Senin, 10 September 2012

RenHar 10 September 2012.


RenHar  Senin Pahing 10/9
1Kor 5:1-8
Luk 6:6-11
Kecenderungan orang sejak jaman Yesus sampai sekarang lebih gampang mencari atau melihat kelemahan sesama daripada mengapresiasi kebaikan hidupnya.
Sebagai pribadi yang dipilih & dicintai Allah, kita diutus dengan hati yang sederhana, pikiran & perbuatan hidup menghayati  sabda-Nya dalam Injil hari inii: “Manakah yang diperbolehkan, berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan orang atau membinasakannya?” 
(membangun budaya kehidupan)

Minggu, 09 September 2012

RenHar 9 September 2012.


RenHar Minggu Legi 9/9
Yes 35:4-7a
Yak 2:1-5
Mrk 7:31-37
Di hari Minggu Biasa XXIII hari ini, Mgr. Ignatius Suharyo mengajak kita bersama keluarga atau beberapa kawan menjawab pertanyaan ini: 
“Apa yg dapat kita lakukan agar hidup kita dan di sekeliling kita menjadi semakin manusiawi dan semakin Kristiani?” 
Silahkan laksanakan jawaban yang Anda temukan, dalam perbuatan hidup sehari-hari, tidak harus dalam perbuatan yang spektakuler. 
(menciptakan kembali dunia ini)

Sabtu, 08 September 2012

RenHar 8 September 2012.


RenHar Sabtu Kliwon 8/9
Mikha 5:2-5a
Mat 1:18-23
Di hari Peringatan Kelahiran Santa Perawan Maria hari ini saatnya kita melakukan refleksi hidup: 
Rahmat apa saja yg telah Tuhan karuniakan kepada kita & sudahkah kita syukuri dengan tulus hati serta berpasrah pada kehendak-Nya tanpa mengeluh? 
Hendaknya kita belajar dari hidup Santo Yusuf yg dalam segala perkara selalu tulus hati, dan dari Bunda Maria yang selalu berpasrah kepada kehendak Allah, serta selalu rela menyimpan segala perkara dalam hati. 
(tulus hati & berpasrah kepada-Nya)