Jumat, 07 September 2012

RenHar 7 September 2012.


RenHar Jumat Wage 7/9
1Kor 4:1-5
Luk 5:33-39
Jumat Pertama di bulan September 2012.
Sejatinya suka duka adalah bagian dari realitas sepanjang hidup kita (datangnya bergantian tapi tidak ada yang langgeng).
Ketika sedang bergembira tetaplah eling supaya tidak jatuh dalam kesombongan. 
Ketika sedang susah hati tetaplah berpengharapan. Bila menilai susah tersebut langgeng akan membuat kita putus asa atau sebaliknya nekat dalam melakoni hidup. 
Dengan doa, laku batin & matiraga kita mampu menanggapai Sabda-Nya bahwa Allah selalu hadir, menyertai dan meneguhkan peziarahan hidup kita baik dalam suka maupun duka, sehingga akupun juga bisa diam di dalam Dia (bungah susah iku sandhangane wong urip)

Kamis, 06 September 2012

RenHar 6 September 2012.


RenHar Kamis Pon 6/9
1Kor 3:18-23
Luk 5:1-11
Sabda Yesus kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam & tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan”
Injil hari ini mengingatkan akan perutusan kita untuk selalu dengan segenap hati dalam doa & perbuatan mengoptimalkan talenta yg dikaruniakan kepada kita (siapapun & apapun kita), niscaya Tuhan menuntun kita untuk meraihnya sesuai talenta masing-masing, tanpa kita harus membandingkan apalagi irihati satu sama lain, karena setiap orang punya karunia talenta berbeda. 
(duc in altum).

Rabu, 05 September 2012

RenHar 5 September 2012.


RenHar Rabu Pahing 5/9
1Kor 3:1-9
Luk 4:38-44
Injil hari ini mengingatkan kita akan tiga hal: 
Pertama, mukjizat bukan tujuan Yesus (banyak di antara kita terjebak pada mukjizat yg ragawi). 
Kedua, Kehadiran Yesus bukan untuk sekelompok orang melainkan untuk keselamatan semua orang, dan
Ketiga, kita diutus mewartakan cinta kasih-Nya dalam sikap & perbuatan hidup sehari-hari yg tidak menyilaukan mata namun menarik hati, demi semakin memuliakan Nama-Nya (bukan kemuliaan diri sendiri). 
Semua itu disertai ketekunan ndherek Ekaristi, Adorasi, doa, laku batin & matiraga 
(mewartakan Kerajaan Allah)

Selasa, 04 September 2012

RenHar 4 September 2012.


RenHar Selasa Legi 4/9
1Kor 2:10b-16
Luk 4:31-37
Kisah Injil hari ini yang mengisahkan kuasa Yesus atas roh jahat, harusnya semakin meneguhkan kita dalam menjalani peziarahan hidup kita agar tidak ikut arus mengandalkan kekuatan manusia demi materi untuk memenuhi kebutuhan psikologis. 
Berapapun banyaknya materi ketika untuk memenuhi pikiran psikologis tidak akan bisa, karena memang tidak pada tempatnya 
(kuasa Allah meraja).

Senin, 03 September 2012

RenHar 3 September 2012.


RenHar Senin Kliwon 3/9
1Kor 2:1-5
Luk 4:16-30
Kita teladani Santo Gregorius Agung yg hari ini kita peringati, bahwa dalam menjalani hidupnya tidak bergantung pada hikmat manusia, melainkan hanya pada kekuatan & rahmat Allah sebagaimana dikatakan St. Paulus hari ini. 
Dengan pertobatan, doa hening & laku batin serta matiraga yang diikuti perbuatan welas asih tresna kepada sesama dan alam semesta tanpa pandang bulu, akan membuahkan sikap hanya bergantung pada kekuatan Allah (bergantung pada kekuatan Allah).

Minggu, 02 September 2012

RenHar 2 September 2012.


RenHar Minggu Wage 2/9
Ul 4:1-2.6-8
Yak 1:17-18.21b-22.27
Mrk 7:1-8,14-15.21-23
Hari ini kita diingatkan Yesus untuk selalu menjaga hati supaya tidak jatuh dalam pencobaan yg menajiskan. 
Dengan senantiasa meluangkan waktu hening & doa dengan hati sederhana, kita mampu membedakan & memilih mana yang sesuai kehendak-Nya, selanjutnya mampu kita ungkapkan dalam perbuatan hidup sehari-hari mengutamakan welas asih tresna, tidak terjebak pada ritual kering demi pencitraan diri.
(Firman Allah menyelamatkan jiwa).

Sabtu, 01 September 2012

RenHar 1 September 2012.


RenHar Sabtu Pon 1/9
1Kor 1:26-31
Mat 25:14-30
Setiap orang diberi kebebasan mengembangkan talenta yg diterima sebagai anugerah, sekaligus tantangan untuk berkreasi. Talenta yang berbeda setiap orang adalah misteri penyelenggaraan Ilahi yg tak perlu menjadikan kita irihati satu sama lain. 
Yang utama masing-masing pribadi mau mengoptimalkan talenta tersebut dengan rendah hati & peduli pada sesama, bertobat serta dijalani untuk semakin memuliakan Allah, bukan untuk kemuliaan diri sendiri 
(setia dalam perkara kecil).