Kamis, 06 September 2012

RenHar 6 September 2012.


RenHar Kamis Pon 6/9
1Kor 3:18-23
Luk 5:1-11
Sabda Yesus kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam & tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan”
Injil hari ini mengingatkan akan perutusan kita untuk selalu dengan segenap hati dalam doa & perbuatan mengoptimalkan talenta yg dikaruniakan kepada kita (siapapun & apapun kita), niscaya Tuhan menuntun kita untuk meraihnya sesuai talenta masing-masing, tanpa kita harus membandingkan apalagi irihati satu sama lain, karena setiap orang punya karunia talenta berbeda. 
(duc in altum).

Rabu, 05 September 2012

RenHar 5 September 2012.


RenHar Rabu Pahing 5/9
1Kor 3:1-9
Luk 4:38-44
Injil hari ini mengingatkan kita akan tiga hal: 
Pertama, mukjizat bukan tujuan Yesus (banyak di antara kita terjebak pada mukjizat yg ragawi). 
Kedua, Kehadiran Yesus bukan untuk sekelompok orang melainkan untuk keselamatan semua orang, dan
Ketiga, kita diutus mewartakan cinta kasih-Nya dalam sikap & perbuatan hidup sehari-hari yg tidak menyilaukan mata namun menarik hati, demi semakin memuliakan Nama-Nya (bukan kemuliaan diri sendiri). 
Semua itu disertai ketekunan ndherek Ekaristi, Adorasi, doa, laku batin & matiraga 
(mewartakan Kerajaan Allah)

Selasa, 04 September 2012

RenHar 4 September 2012.


RenHar Selasa Legi 4/9
1Kor 2:10b-16
Luk 4:31-37
Kisah Injil hari ini yang mengisahkan kuasa Yesus atas roh jahat, harusnya semakin meneguhkan kita dalam menjalani peziarahan hidup kita agar tidak ikut arus mengandalkan kekuatan manusia demi materi untuk memenuhi kebutuhan psikologis. 
Berapapun banyaknya materi ketika untuk memenuhi pikiran psikologis tidak akan bisa, karena memang tidak pada tempatnya 
(kuasa Allah meraja).

Senin, 03 September 2012

RenHar 3 September 2012.


RenHar Senin Kliwon 3/9
1Kor 2:1-5
Luk 4:16-30
Kita teladani Santo Gregorius Agung yg hari ini kita peringati, bahwa dalam menjalani hidupnya tidak bergantung pada hikmat manusia, melainkan hanya pada kekuatan & rahmat Allah sebagaimana dikatakan St. Paulus hari ini. 
Dengan pertobatan, doa hening & laku batin serta matiraga yang diikuti perbuatan welas asih tresna kepada sesama dan alam semesta tanpa pandang bulu, akan membuahkan sikap hanya bergantung pada kekuatan Allah (bergantung pada kekuatan Allah).

Minggu, 02 September 2012

RenHar 2 September 2012.


RenHar Minggu Wage 2/9
Ul 4:1-2.6-8
Yak 1:17-18.21b-22.27
Mrk 7:1-8,14-15.21-23
Hari ini kita diingatkan Yesus untuk selalu menjaga hati supaya tidak jatuh dalam pencobaan yg menajiskan. 
Dengan senantiasa meluangkan waktu hening & doa dengan hati sederhana, kita mampu membedakan & memilih mana yang sesuai kehendak-Nya, selanjutnya mampu kita ungkapkan dalam perbuatan hidup sehari-hari mengutamakan welas asih tresna, tidak terjebak pada ritual kering demi pencitraan diri.
(Firman Allah menyelamatkan jiwa).

Sabtu, 01 September 2012

RenHar 1 September 2012.


RenHar Sabtu Pon 1/9
1Kor 1:26-31
Mat 25:14-30
Setiap orang diberi kebebasan mengembangkan talenta yg diterima sebagai anugerah, sekaligus tantangan untuk berkreasi. Talenta yang berbeda setiap orang adalah misteri penyelenggaraan Ilahi yg tak perlu menjadikan kita irihati satu sama lain. 
Yang utama masing-masing pribadi mau mengoptimalkan talenta tersebut dengan rendah hati & peduli pada sesama, bertobat serta dijalani untuk semakin memuliakan Allah, bukan untuk kemuliaan diri sendiri 
(setia dalam perkara kecil).

Jumat, 31 Agustus 2012

RenHar 31 Agustus 2012.


RenHar Jumat Pahing 31/8
1Kor 1:17-25
Mat 25:1-13
Kita teladani lima gadis bijaksana dalam Injil hari ini yang selalu menjaga keselarasan sehingga mampu hidup proporsional.
Ketika orang mengenakan baju tetapi demi untuk memenuhi rasa, maka memiliki baju seratus almari tetap saja kurang. 
Tetapi apabila untuk memenuhi raga, punya tiga potong baju sudah cukup (1 dipakai, 1 disimpan & 1 dicuci). 
Contoh sederhana dari Ki Ageng Suryamentaram tersebut memampukan kita memilah mana yang menjadi kebutuhan jiwa & mana yang kebutuhan raga, karena manusia itu  raga berjiwa sekaligus jiwa beraga yang tak bisa terpisahkan, tetapi masing-masing memiliki konsumsi berbeda.
Hal nampaknya sepele inilah yang sering melimbungkan pikiran menjadi tidak bisa jernih menggunakan hati yang sejatinya sederhana. 
(Eling urip wicaksana)