Kamis, 23 Agustus 2012

RenHar 23 Agustus 2012.


RenHar Kamis Wage 23/8
Yeh 36:23-28
Mat 22:1-14
Allah memanggil semua orang kepada keselamatan, tetapi bukan tanpa tuntutan atau syarat.
Oleh sebab itu Allah hanya akan memilih orang-orang yang mau menanggapi panggilan-Nya dengan benar & setia sampai akhir. 
Sebagai murid Kristus kita dituntut mau selalu hidup rendah hati & bertobat, serta dalam pikiran, tutur kata & perbuatan senantiasa penuh setya tuhu welas asih tresna kepada siapa saja tanpa opini (Penghakiman terakhir, Mat 25:31-46).

Rabu, 22 Agustus 2012

RenHar 22 Agustus 2012.


RenHar Rabu Pon 22/8
Yeh 34:1-11
Mat 20:1-16a
Peringatan SP. Maria Ratu.
Ketika orang lain menerima belas kasih Tuhan (dalam wujud apapun) melalui sesama kita, apakah Anda irihati dan merasa diperlakukan tidak adil?
Sebagai pribadi yang mengenal Allah, kita diutus mau meneladani Allah yang selalu berbelas kasih melampaui keadilan menurut ukuran manusia, sehingga seharusnya kita bangga manakala menyaksikan sesama kita mau meneladani cara Tuhan dalam berbelas kasih.
(irihati karena Allah murah hati).

Selasa, 21 Agustus 2012

RenHar 21 Agustus 2012.


RenHar Selasa Pahing 21/8
Yeh 28:1-10
Mat 19:23-30
Sabda Yesus: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin”.
Dalam hidup bermasyarakat sering kita saksikan orang gampang menyalahkan & menghakimi satu sama lain seakan-akan mereka ini memiliki otoritas kebenaran. 
Padahal sesungguhnya Allah selalu menghargai upaya kawula-Nya dalam menanggapi anugerah-Nya. Laku doa dan matiraga yang diikuti perbuatan hidup mau berkorban demi mewujudkan Kerajaan Allah di tengah masyarakat sangat berkenan di hadapan Allah. 
(bagi Allah segala sesuatu mungkin)

Senin, 20 Agustus 2012

RenHar 20 Agustus 2012.


RenHar Senin Legi 20/8
Yeh 24:15-24
Mat 19:16-22
Hidup suci yg dihidupi oleh St. Bernardus yang hari ini kita peringati, sesungguhnya bukanlah hal yg sangat sulit untuk dijalani hari ini. 
Tapi mengapa orang sering merasa berat menjadi murid Kristus? 
Jawabannya karena sering seperti yang terjadi pada kisah pemuda dalam Injil hari ini, yakni orang masih sebatas memenuhi peraturan & perintah Tuhan, tidak pernah mau melangkah makin dalam mengikuti jalan Salib Tuhan. Sebagai awam kita mudah terbelenggu pikiran2 psikologis, sehingga kita ciptakan berbagai macam pembenaran diri yang justru menjadi semakin jauh dari panggilan mau memanggul jalan Salib Tuhan (hidup tidak legalistik).

Minggu, 19 Agustus 2012

RenHar 19 Agustus 2012.


RenHar Minggu Kliwon 19/8
Amsal 8:1-6
Ef 5:15-20
Yoh 6:51-58
Melalui Perjamuan Ekaristi, kesatuan kita dengan Allah menjadi sempurna & menggerakkan kita selalu bisa dengan penuh rasa tanggung jawab terlibat aktif dalam kehidupan berbangsa & bernegara, membangun & mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia  berdasarkan Panca Sila & UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dengan selalu rendah & murah hati, welas asih tresna ngajeni urip serta pluralitas.  
Menjadi orang 100% Katolik, 100% Indonesia 
(Rama Kanjeng Mgr. Albertus Soegijapranata).

Sabtu, 18 Agustus 2012

RenHar 18 Agustus 2012.


RenHar Sabtu Wage 18/8
Yeh 18:1-10,13b,30-32
Mat 19:13-15
Dalam Injil hari ini, orang kecil, lemah, miskin & tersingkir disimbolkan sebagai anak-anak  yang lemah yang tidak bisa melakukan banyak hal tanpa uluran tangan orang dewasa. 
Kita teladani sikap Yesus yang selalu peduli kepada mereka, tidak hanya dalam kata-kata atau doa, tetapi diwujudkan dalam sikap & perbuatan sehari-hari. 
Hendaknya kita memiliki sikap tepaslira, maksudnya, bagaimana apabila hal terjadi pada diri saya? 
(yang lemah diberkati Allah)

Jumat, 17 Agustus 2012

RenHar 17 Agustus 2012.


RenHar Jumat Pon 17/8
Sir 10:1-8
1Ptr 2:13-17
Mat 22:15-21
Di peringatan Hari Kemerdekaan Negara kita tercinta Indonesia hari ini, Mgr I. Suharyo mengajak kita merenungkan: Orang mengatakan lebih baik menyalakan lilin kecil daripada mengutuk kegelapan. 
Silahkan melakukan sesuatu, sekecil apapun sebagai wujud doa kita “datanglah Kerajaan-Mu di atas bumi seperti di dalam surga”, sekaligus wujud tanggung jawab kita sebagai warga negara: mengisi & mewujudkan kemerdekaan. 
Merdeka, Dirgahayu Indonesia-ku.