Senin, 07 November 2011

RenHar Senin 7 Nopember 2011.

RenHar Senin Wage 7/11.
Keb 1:1-7.
Luk 17:1-6.
Hari ini Tuhan mengutus kita: 
- Harus selalu bersyukur kepada-Nya karena tidak ada sedetikpun hidup kita tanpa campur tangan & berkat-Nya 
- Ketika kita sedang bersedihpun Dia selalu menyertai kita, maka mohonlah kepada-Nya dengan mau membuka hati, niscaya kegembiraan sejati akan dikaruniakan-Nya  bagi kita.
- Kita tanggapi cinta & belas kasih-Nya dengan mencintai & berbelas kasih kepada siapa saja secara apa adanya. 

Minggu, 06 November 2011

RenHar Minggu 6 Nopember 2011.

RenHar Minggu Pon 6/11.
Keb 6:13-17.
1 Tes 4:13-14.
Mat 25:1-13.
Inilah dua kesadaran yang harus ditanamkan dalam hati kita selama menjalani hidup ini:
Pertama, Kekayaan dunia sebagai sarana semakin memuliakan Tuhan dalam hidup sehari-hari (jangan sampai barang dunia yang kita raih justru merusak relasi vertikal & horisontal).
Kedua, Karena hidup ini anugerah Tuhan, maka untuk memperoleh karunia kekayaan hidup abadi, dibutuhkan rendah hati, tekun, jujur menghayati kasih, persaudaraan, pengharapan dan damai dalam praktek hidup sehari-hari.
Kita saling meneguhkan untuk mengarahkan hidup ini pada masa depan keabadian.  

Sabtu, 05 November 2011

RenHar Sabtu 5 Nopember 2011.

RenHar Sabtu Pahing 5/11.
Rm 16:3-9,16,22-27.
Luk 16:9-15.
Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita, hendaknya segala bentuk kekayaan duniawi digunakan sebagai sarana memuliakan Tuhan, sebagai ungkapan semangat kasih-Nya, kita diutus mau berbagi kepada sesama terutama yang sangat membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya.
Jangan justru demi barang dunia yang tidak kekal, kita merusak relasi dengan Tuhan & sesama yang dalam bahasa Injil disebut mendewakan Mamon. 

Jumat, 04 November 2011

RenHar Jumat 4 Nopember 2011.

RenHar Jumat Legi 4/11.
Pw S Carolus Borromeus (Uskup).
Rm 15:14-21.
Luk 16:1-8.
Injil hari ini Tuhan mengingatkan kita, bahwa sikap damai dan persahabatan serta persaudaraan sejati lebih berharga dan bertahan daripada uang (meskipun uang penting bagi hidup kita, tapi bukan segalanya).
Kita teladani hidup Santo Carolus Borromeus yang berjiwa pendidik mampu memimpian dengan andal, rendah hati, membela orang kecil, menghargai kehidupan serta membangun peradaban, sehingga menjadi ikon kehadiran Allah.

Kamis, 03 November 2011

RenHar Kamis 3 Nopember 2011.

RenHar Kamis Kliwon 3/11.
Rm 14:7-12.
Luk 15:1-10.
Hari ini melalui St Paulus, Tuhan mengingatkan bahwa hidup kita itu bagi Tuhan, dan jika mati, kita juga mati bagi Tuhan. Jadi, entah kita hidup entah mati, kita tetap milik Tuhan.
Dengan lugas St Paulus melanjutkan: ”Tetapi, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapa engkau menghina saudaramu? Sebab, kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah”
Kita isi hidup ini dengan perbuatan baik selaras dengan kehendak-Nya, karena hidup kita di dunia ini hanya sementara apabila dibandingkan dengan kehidupan kekal, sebagaimana kearifan Jawa menyebut ”Urip iku mampir ngombe.”

Rabu, 02 November 2011

RenHar Rabu 2 Nopember 2011.

RenHar Rabu Wage 2/11.
Keb 3:1-9.
Rm 5:5-11.
Yoh 6:37-40.
Dua intensi doa kita di hari Peringatan Arwah Semua Orang Beriman:
Pertama, kita doakan jiwa-jiwa yang memerlukan bantuan kita yang masih hidup di dunia, agar mereka secepatnya diperkenankan ambil bagian dalam kemuliaan Tuhan di surga.
Kedua, dengan perantaraan mereka yang sudah memperoleh belas kasih-Nya sehingga telah dipersatukan Tuhan dan para Kudus di surga, kita mohon doa restunya agar kita memiliki kebiasaan hidup baik selaras semangat Yesus.
Marilah kita tiada henti berdoa bagi mereka dan mohon mereka diperkenankan menjadi perantara doa-doa kita kepada Tuhan.

Selasa, 01 November 2011

RenHar Selasa 1 Nopember 2011.

RenHar Selasa Pon 1/11.
Hr Raya Semua Orang Kudus.
Wahyu 7:2-4.9-14.
1Yoh 3:1-3.
Mat 5:1-12a.
Jika dalam merenungkan Sabda Bahagia Yesus (Injil hari ini) hati kita gundah & tidak damai, barangkali karena semangat hidup kita belum senapas dengan semangat Yesus dalam Sabda Bahagia tersebut.
Kita perbaiki hidup supaya makin selaras dengan semangat-Nya, sehingga dengan mantap kita berani mengatakan dengan tulus hati bahwa dalam segala situasi dan kondisi, aku berbahagia karena Tuhan selalu menghibur, memuaskan & bermurah hati kepadaku