Minggu, 14 Agustus 2011

RenHar Minggu 14 Agustus 2011.

RenHar Minggu Wage 14/8.
Wahyu 11:19a;12:1.3-6a.10a.
1 Kor 15:20-26.
Luk 1:39-56.
Hari Raya Santa Perawan Maria diangkat ke surga.
Kita teladani hidup Bunda Maria yang selalu mengikuti kehendak Allah, meskipun untuk memperoleh kemuliaan jiwanya harus rela mengorbankan diri, panjang sabar, rendah hati, lemah lembut, serta selalu berpengharapan hanya kepada Tuhan.
Pengalaman pahit yang luar biasa berbuah Bunda Maria diangkat ke surga sebagai pengikut Yesus yang pertama.
Karena penderitaan kita tak seberat yang Bunda Maria alami, hendaknya kita mau menjalani kesetiaan hidup baik serta selalu berpengharapan hanya kepada Tuhan.

Sabtu, 13 Agustus 2011

RenHar Sabtu 13 Agustus 2011.

RenHar Sabtu Pon 13/8.
Yos 24:14-29.
Mat 19:13-15.
 „Orang-orang yang yang bersikap seperti anak-anak itulah yang empunya Kerajaan Surga“
Meskipun Sabda Tuhan tersebut sangat jelas, tetapi karena sekarang ini musim rekayasa dan jaga image, maka tidak jarang orang lebih takut kepada sesama daripada kepada Tuhan.
Tuhan diperlakukan sebagai anak buah, ujubnya berdoa tetapi isinya perintah.
Akibatnya tempat ibadah agama apapun penuh jemaat, tetapi kekerasan, ketidak adilan, korupsi semakin marak.
Memang banyak orang beragama tapi sedikit orang beriman.
Kita diutus memiliki iman seperti anak-anak yang selalu bergantung pada Tuhan, sehingga tanpa rasa was-was menjalani peziarahan hidup. Hidup ini karena percaya.

Jumat, 12 Agustus 2011

RenHar Jumat 12 Agustus 2011.

RenHar Jumat Pahing 12/8.
Yos 24:1-13.
Mat 19:3-12.
„Karena itu apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia“
„Karena ketegaran hatimu, Musa mengijinkan kalian menceraikan istrimu“
Setiap orang diciptakan Tuhan berbeda, custom made, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya.
Karena itulah kita diutus lemah lembut dan rendah hati kepada sesama, mencintai daripada dicintai, bisa memahami daripada dipahami seperti teladan-Nya.
Mau menghayati naluri serta teladan-Nya, niscaya keluarga yang  kita bangunpun mampu meneladani Keluarga Kudus Nasaret Yesus Maria dan Yusuf.

Kamis, 11 Agustus 2011

RenHar Kamis 11 Agustus 2011.

RenHar Kamis Legi 11/8.
Yos 3:7-10a.11.13-17.
Mat 18:21-19:1.
Kecenderungan manusia mudah minta ampun kepada Tuhan dan sesama tetapi tidak mudah mengampuni. 
Biasanya yang dipelihara dendam, bila perlu membalas dendam.
Untuk mampu tulus hati mengampuni orang lain, kita harus Ingat apa yang Yesus lakukan di kayu salib. 
Dia mencintai kita, rela memberikan nyawa-Nya supaya dosa kita diampuni. 
Dia tidak memikirkan diri sendiri, melainkan memikirkan kita.
Inilah kekuatan  kita memaafkan orang lain
Tapi apabila berpegang pada rasa sakit hanya akan menyakiti diri sendiri. 
Tiada maaf hanya menciptakan kemarahan yang melelahkan. 
Kejahatan dibalas kejahatan hanya akan melahirkan kejahatan baru.

Rabu, 10 Agustus 2011

RenHar Rabu 10 Agustus 2011.

RenHar Rabu Kliwon 10/8.
2Kor 9:6-10.
Yoh 12:24-26.
Tuhan selalu menghendaki kita mau belajar dari alam.
Hari ini kita diajak belajar dari biji gandum, jika tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja: tetapi jika mati ia akan menghasilkan banyak buah.
Demikian pula hidup kita: Dipilih, diberkati dan diutus untuk menghasilkan buah-buah keselamatan, kesejahteraan dan kedamaian bagi banyak orang.
Itu akan terwujud bila kita mau tekun doa dan ibadat yang diikuti mati raga, sabar, rendah hati, melayani dan memberi dalam kehidupan bersama orang lain.

Selasa, 09 Agustus 2011

RenHar Selasa 9 Agustus 2011.

RenHar Selasa Wage 9/8.
Ul 31:1-8.
Mat 18:1-5.10.12-14.
Hari ini Tuhan mengajarkan agar kita mau bertobat dengan merendahkan diri seperti anak kecil. 
Anak yang percya dan bergantung hanya pada Tuhan, tidak pada dunia.
Keselamatan yang Dia berikan adalah anugerah yang harus dijawab dalam kehidupan nyata dengan laku tobat dalam kerendahan hati.
Rendah hati memampukan kita menerima orang lain apa adanya dan tidak mudah menyalahkan.

Senin, 08 Agustus 2011

RenHar Senin 8 Agustus 2011.

RenHar Senin Pon 8/8.
Peringatan St. Dominikus.
Ul 10:12-22.
Mat 17:22-27.
Kita teladani hidup St Dominikus di jaman ini dengan tekun Necep Sabda-Neges Karsa-Ngemban dhawuh Dalem Gusti (mencecap Sabda dengan membaca KS-merenungkan dalam hati dengan doa dan ibadat, khususnya Ekaristi tidak sekedar hadir sampai selesai tetapi mengikuti dengan hati-hidup matiraga serta mewujudkannya dalam pergaulan hidup dengan sesama dan pelayanan sesuai karya dan tugas kita di masyarakat).
Semua dijalani dengan hati yang mengasihi Tuhan, karena yang mengasihi Tuhan pasti juga mengasihi sesama dan alam semesta.